Nakhoda Baru PBNU: Duet KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Pimpin 210 Pengurus
By Admin

Gedung PBNU Pusat
nusakini.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi merilis daftar kepengurusan harian untuk masa khidmat 2026-2031. Pengumuman struktur tingkat pusat ini dilangsungkan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (30/9/2026) malam.
Sebanyak 210 nama tokoh masuk dalam formatur baru yang mencakup jajaran Mustasyar, A'wan, Syuriyah, dan Tanfidziyah. Komposisi kepengurusan ini merangkul berbagai elemen strategis mulai dari ulama, akademisi, birokrat, hingga kalangan profesional.
Posisi puncak Rais Aam PBNU kembali diamanatkan kepada tokoh ulama karismatik, KH Miftachul Akhyar. Sementara itu, pucuk pimpinan eksekutif atau Ketua Umum PBNU kini dijabat secara resmi oleh KH Kikin A. Hakim.
Pembacaan Surat Keputusan kepengurusan ini dilakukan secara langsung oleh Katib Aam PBNU, Prof Mohammad Nuh. Dalam kesempatan tersebut, mantan menteri ini turut membacakan deretan nama ulama besar yang bertugas mendampingi Rais Aam.
"Wakil Rais KH Baharuddin Nur Salim yang lebih dikenal Gus Baha," papar Prof Nuh saat membacakan susunan pengurus di hadapan publik. Kehadiran tokoh-tokoh dakwah populer seperti Gus Baha ini dinilai mampu memperkuat daya tarik organisasi di mata umat.
Melengkapi susunan di bawah Gus Kikin, terdapat enam Wakil Ketua Umum yang berasal dari latar belakang beragam. Tokoh birokrat dan profesional seperti Saifullah Yusuf, Muhammad Lukman Edy, hingga Irfan Asy'ari Sudirman Wahid dipercaya untuk menduduki posisi strategis tersebut.
Sebagai pimpinan tertinggi pelaksana, Gus Kikin menegaskan kesiapannya untuk segera menjalankan program kerja organisasi tanpa menunda waktu. Ia mewajibkan seluruh jajaran pengurus yang terpilih agar langsung bergerak cepat merespons berbagai kebutuhan masyarakat nahdliyin.
"Dengan diumumkannya, mulai besok pagi kita mulai berkhidmah," ujar Gus Kikin secara lugas di hadapan para tokoh yang hadir. Pernyataan tegas ini menjadi penanda resmi dimulainya era kepemimpinan baru pada organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Struktur Tanfidziyah ini turut diperkuat oleh kehadiran H Gudfan Arif sebagai Sekretaris Jenderal yang baru. Urusan pengelolaan keuangan organisasi kemudian diserahkan sepenuhnya kepada Prof Ainun Ni'am selaku Bendahara Umum PBNU.
Pada lapisan penasihat, sejumlah tokoh bangsa berskala nasional tercatat menghiasi jajaran kehormatan Mustasyar dan A'wan PBNU. Figur berpengaruh seperti HM Jusuf Kalla, Prof Moh Mahfud MD, hingga Khofifah Indar Parawansa dipastikan masuk dalam gerbong kepengurusan ini. (*)